Showing posts with label my arty mind's work. Show all posts
Showing posts with label my arty mind's work. Show all posts

Wednesday, June 25, 2008

Rush and Jane

Things come and go so fast
Time, thought, mind
Much to do
Less time left

Dream can sometimes be the most intimidating thing to have
While all you wanna do is to sit calmly
The rest of your mind drags you to walk on the path, chasing the dream
Even the path is just as blurry as the dream itself

Still
The more I wanna give it up
The more that stubborn-irrational-naïve mind
Forces me to death

Read More..

Tuesday, June 24, 2008

C'est La Vie

Ombak itu tak akan berhenti menghempas
Selalu menyambutmu dengan derunya
Tak kan dibiarkannya kau bertahan terlalu lama
Hingga nafas itu lepas

Dan terik mentari akan membakarmu
Tak disisakannya kesejukan barang sesaat
Kau sendiri tenggelam dalam lelehan peluhmu
Hingga kau lupa pada penat

Kemarin kau bilang
Ombak itu mampu membawamu menyebrang ke ujung sana
Dan terik itu akan menguatkan jiwamu

Aku bilang kau gila
Tapi kau bilang
‘karna aku percaya’


Balikpapan, 230608, 10.06pm
take me to the beach of Your soul

Read More..

Saturday, May 10, 2008

Cinta Sejati (bagi DIA dan bagiku)

Bagi DIA, Cinta Sejati....

Adalah ketika kita menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya...
Adalah ketika dia tidak memperdulikan dan kita MASIH menunggunya dengan setia...
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu’...

Tapi bagiku, Cinta Sejati.....

Adalah ketika dia menitikkan air mata dan kita AKAN selalu berada disampingnya, untuk menghapus air matanya, atau bahkan menangis bersama...
Adalah ketika tidak ada seorang pun yang memperdulikan dirinya, kita AKAN menemaninya dengan setia dan berkata "kaulah yang terbaik"...
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita
AKAN tersenyum sembari berkata “can we still be friends?”...

Cinta Sejati, apapun itu maknanya, adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta Cinta. Oleh karenanya kawan, bila kau telah menemukan Cinta Sejati itu, genggamlah seerat mungkin, jangan kau lepaskan walau hanya sehela nafas. Karna bukan tak mungkin, jika Cinta Sejati itu hanya datang dan singgah di hidupmu sekali saja...

So guys, have you found yours? if you haven't and still looking for one,.....so am I...*giggling*

Ps.
To DIA: Maaf, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada karya anda, saya telah memenggal sebagian puisi anda, dan sepenggal puisi itu lalu saya gubah dengan versi saya :) semoga berkenan. Please do leave comments then...(in case you read this posting)

Read More..

Wednesday, December 12, 2007

Aku dan Jin Flash Disk

‘Pantai, aku ingin ke pantai...’ niat itu tersirat begitu saja ketika aku sedang melipat mukenah yang tadi kukenakan untuk sholat Shubuh. Kulirik jam dinding di kamarku, pukul 05.15. Masih banyak waktu untuk bersiap-siap. Segera ku kenakan jaket kaos biru dan sport pants hitamku, lalu menuju gudang tempat federal merah usang ku bersemayam. Debu yang melekat di badan sepeda itu lumayan tebal. Perlahan kuhapus dan kubersihkan dengan kain yang kutemukan tak jauh dari situ. Jika sepeda itu bisa berbicara, mungkin dia akan berkata ‘Ada angin apa nih non? Tumben mo make saya? Motornya ke mana?’
Dan dalam hati, aku pun berkata ‘Aku kangen kamu, jalan yuks...biasa, ke pantai’

Dulu, tiga tahun lalu dan beberapa tahun sebelumnya, sepeda itulah yang selalu setia menemaniku menyusuri pantai di minggu pagi atau sore. Tapi belakangan ini, kebiasaan itu mulai berubah, kini hari minggu adalah hari molor dan nonton nasional bagiku. Kesibukan dihari kerja membuatku merasa hari minggu adalah hari yang sangat istimewa hingga kuhabiskan sendiri di kamar, entah dengan tidur sepuasnya, nonton dvd atau bermain game di PC. Hingga tanpa sadar aku sempat melupakan tempat indah itu, tempat dimana dapat kutitipkan sejenak segala penat, letih, beban, seluruhnya, hingga yang tersisa hanyalah aku, aku saja.

‘Mau ke mana?’ tanya ibuku yang tiba-tiba telah berada di pintu depan. Tampaknya beliau mendengar bunyi pintu pagar yang tadi kubuka.
‘Ke pantai’ jawabku singkat, sambil menuntun sepedaku keluar teras.
‘Hati-hati...’ ucapnya.
Kata-kata itu terdengar biasa olehku. Namun andai saja aku tahu apa yang akan terjadi dipantai pagi itu, maka aku akan sangat berterima kasih telah diperingatkan oleh ibuku. Ur the best mom.

Langit pagi itu masih agak gelap. Lampu jalan raya masih menyala. Hanya beberapa kendaraan yang melintas. Saat itu, Somewhere I Belong-nya Linkin Park terdengar menghentak melalui headset yang kupasang dari hp, membuatku semakin bersemangat mengayuh sepedaku. Tak beberapa lama kemudian, aku pun sudah menyusuri jalan setapak menuju pantai. Dari kejauhan sudah dapat kucium aroma khas dan deburan ombaknya. Airnya sedang pasang.

My second sanctuary, adalah sebutan ku untuknya. Tempat dimana dapat kutemukan hembusan angin, ombak, karang, siput kecil, hingga garis horison tanpa batas yang sangat mempesona. Segala yang ada di pantai itu begitu menakjubkan hingga aku dapat merasakan kedekatanku padaNya, instantly.



Mentari sudah menampakkan sinar jingganya, meski tampak malu-malu karena berada di balik punggung sebongkah awan mungil. Buncahan temaram jingga yang terpecah oleh beberapa garis lurus dari tepi horison terlihat sangat indah, sehingga bagiku tampak bagai tangan Tuhan. Ingin rasanya berada di genggamanNya atau sekadar tersentuh oleh hangatnya tangan itu. Subhanallah.

Aku, lantas terduduk dan termangu menatap lukisan karya Sang Maestro Alam. Kakiku kubiarkan bertelanjang, tanganku meraba sejuknya pasir pantai. Lagu Sempurna dari Andra and the Backbone mengalun lirih di telingaku, what a perfect moment. Tanpa sadar, telunjuk kananku kemudian menulis sebuah nama diatas hamparan pasir di depanku. Lama kutatap nama itu, hingga kemudian kuhapus perlahan dengan telapak tanganku. Sempat kurasakan sebuah benda keras yang berada di dalam pasir. Dengan rasa penasaran kucoba menggalinya lebih dalam demi mendapatkan benda itu. Yang kutemukan kemudian adalah sebuah benda segi empat kecil, berwarna merah dan putih, yang ternyata adalah sebuah Flash Disk dengan merk Kingstore. Disisi lain dari flash disk itu terdapat tulisan 1 Gn. Aneh, fikirku, mengapa ada sebuah flash disk di tempat seperti ini. Akupun mencoba meyakinkan diriku dengan membuka tutupnya, berharap bahwa yang kutemukan adalah benar sebuah flash disk.

Seketika asap tebal menyembul dari dalam flash disk, mengeluarkan suara gemuruh yang memekikkan telinga. Flash disk itu kemudian terjatuh dari tanganku. Aku hanya dapat menutup kedua mataku, tak mampu berbuat apa-apa.

‘HAHAHAHAHA........thanks Your Highness, wait, dont be afraid, saya jin baik-baik kok, ganteng, bersahaja dan rajin menabung...HAHAHAHA’
Suara itu menggema di sekitarku. Perlahan kubuka mataku dan kulihat sebuah mahluk besar perambut pirang, berpakaian casual, mengenakan sunglasses lengkap dengan topi, melayang-layang diudara, tepat di depanku. Sesaat aku teringat dengan para bule yang berkeliaran di pulau Bali. Mirip, bedanya mahluk ini sepuluh kali lebih besar.

‘Jin? Kamu beneran jin?’ tanyaku sambil mencubit tanganku, berharap bahwa kejadian ini adalah mimpi, tapi ternyata sakit...berarti ini bukan mimpi. Astaghfirullah!

‘Yah, saya jin bule dari kerajaan Brisikh, saya pernah iseng meng-hack data kerajaan, hingga saya dikurung oleh raja saya di dalam flash disk ini, lalu di buang jauh-jauh dari negara saya. Sekarang saya sudah bertobat, syukurlah Tuhan mendengar doa saya, hingga saya diselamatkan oleh anda, Yang Mulia, terimakasih, dan sesuai dengan peraturan per-jin-an, undang-undang no.23, pasal 37, junto 85, Yang Mulia boleh mengutarakan three wishes dan kemudian akan saya kabulkan...

‘Three wishes? Beneran neh?’ ucapku hampir tak percaya.

‘Yes, no doubt...’ jawabnya kalem.

Sejenak aku berfikir keras untuk memilah-milah resolusi yang akhir-akhir ini kususun demi menghadapi tahun baru. Ada lebih dari lima, dan menyortirnya untuk menjadi tiga tidaklah mudah. Tapi aku harus cepat mengambil keputusan sebelum jin bule gendut itu keburu ngabur gara-gara nungguin aku yang kelamaan mikir.

‘Ok’ kata ku, lalu aku mengambil sebuah nafas panjang. Bismillah.

‘My first wish is......

( to be continued ) Read More..

Monday, November 26, 2007

Fortitudo

Your sweet touch

Brought her into a beautiful world


Your courage

Made her as tough as coral


Your dignity

Formed her to be the finest heroine


But your love

Killing her smoothly


For the more you love her

The more she suffers


Love her not


Then your sweet touch

Your strength

And your dignity

Keep her alive


(Take me to the beach of your soul, Balikpapan, 25 november, 11.24pm)


Read More..

Monday, September 17, 2007

02.12 am

02.12 am
Suatu malam di pinggiran kota Ampenan. Hening. Angin berdesir pelan. Binatang-binatang malam saling mendesis lembut, bersahutan, seakan-akan berbicara dengan satu sama lainnya, saling bertukar cerita tentang apa saja yang mereka lalui di siang hari tadi. Sang bulan memancarkan cahaya beningnya ke penjuru kota, tak terkecuali sudut-sudut kecil. Tak terkecuali kisi-kisi kamar Hany yang mungil.

02.12 am
Hany tertidur pulas, ia sedang bermimpi, tentang sang pujaan hati dan dirinya. Mimpi indah dimana mereka berjalan bergandengan tangan, beriringan menyisiri pantai Senggigi. Keindahan pasir putih, birunya langit, gemuruh ombak dan puluhan siput kecil warna-warni seakan menyaksikan bagaimana cinta mereka bersemi dengan indahnya, cinta yang diawali dari persahabatan semasa mereka kanak-kanak, hingga tumbuh benih-benih rindu, cemburu dan kasih yang akhirnya menyatu padu menjadi sebentuk cinta. Tidak, Hany tidak sedang bermimpi. Alam bawah sadarnya hanya membawanya kembali ke masa itu, masa-masa indah ketika mereka belum terpisahkan oleh jarak dan waktu.

02.12 am
Hany tersenyum dalam tidurnya. Ia tidak sadar bahwa di tangannya masih tergenggam sebuah pulpen dan secarik kertas. Beberapa jam yang lalu, sebelum sang malam membawanya larut kealam mimpi, ia sempat menuliskan beberapa bait puisi. Kata-kata yang ia rangkum menjadi rangkaian kalimat yang indah. Kata-kata yang ia ambil dari dalam bisikan hatinya, untuk ia lirihkan ke Sang Khalik.
-----
Kasih
Senyumanmu yang hangat
Suaramu nan merdu
Dan indahnya jiwamu

Membuatku memohon
Dan bertekuk lutut
Didepan Tuhanku

Agar berkenan
Memberikan seluruh sisa waktumu
Untuk kau habiskan bersamaku

02.12 am
Hany masih terlelap, ia tak mendengar dering di ponselnya. Dering tanda pesan telah terkirim untuknya.
-----
From: Dian
Han,maaf,ak br dpt kbr ni 5 mnt lalu
Alif kclakaan,psawatnya mledak d udara
pdhl dia bela2in dr aussie ke indo
cm mo ngsih surprise,ngerayain ultahnya
bareng km

02.12 am
Dalam tidurnya, Hany masih bersama sang kekasih. Tak terpisahkan.


***Balikpapan, 16 September 2007. take me to the beach of Your soul.

Read More..

Monday, September 03, 2007

Eky, Andri dan Kaus Kaki

“Kau punya teman di Amerika rupanya?” kata Pelatih Joko seraya memberikan sebuah amplop coklat. Eky membuka amplop surat itu pelan-pelan.
Andri? Surat dari Andri? Setelah 3 tahun menghilang ternyata dia di Amerika? Apa yang dia kerjakan disana?


New Jersey, 20 Juli 2007


Sahabatku Eky..

Pertama kali aku ingin mengucapkan selamat atas kemenangan Timnas Sepakbola Indonesia melawan Korea. Bravo! Bagaimana rasanya mencetak gol saat itu ky? Pasti kau sangat bangga dan senang sekali, aku menonton pertandingan itu di sini bersama mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia lainnya di cafe tempat biasa kami berkumpul. Kami meloncat kegirangan, berteriak hingga para pengunjung lainnya merasa terusik. Sekali lagi selamat ya! Aku bangga memiliki seorang teman sepertimu.

Eky, masih ingat kah kau saat pertama kita berkenalan, di depan gerbang SMP kita? Waktu itu kau menepuk pundakku dan berkata “Hei, kamu nyadar ga sih? Kaus kakimu beda sebelah” lalu kau berlari menuju rumahmu yang berada tepat di depan sekolah, mengambil sepasang kaus kaki dan memberikannya pada ku, kemudian kau mengajakku bermain sepakbola di lapangan sekolah siang hari itu. Sejak itu, kita bersahabat hingga kita lulus SMU.
Maafkan aku yang tak pernah memberi kabar padamu setelah kelulusan itu, aku malu ky..kau tentunya telah mendengar berita tentang ayahku yang terlibat kasus korupsi hingga trilyunan rupiah. Saat itu aku keluar dari rumah, berpindah-pindah, kerja serabutan, hingga akhirnya aku bertemu dengan Pak Citro, mantan pembimbing Tim Olimpiade Matematika sewaktu SMU dulu, rupanya beliau masih mengenalku, beliau juga yang banyak membantuku mengurus beasiswa hingga akhirnya aku dapat berkuliah di Princeton University sampai sekarang.

Ky, tak pernahkah terbersit dalam fikiranmu mengapa hari itu aku sangat dungu hingga memakai kaus kaki yang berbeda? taukah kau mengapa selama seminggu setelah kita berkenalan, aku selalu mendatangi kelasmu hanya untuk mengatakan bahwa aku lupa membawa kaus kakimu? Hingga akhirnya karena bosan dengan topik itu, kau merelakan kaus kaki mu untukku.

Ketahuilah ky, semalam sebelum kejadian itu, aku berniat untuk bunuh diri dengan meminum sepuluh butir pil tidur, entah mengapa keesokan harinya aku masih hidup, rupanya Tuhan masih sayang padaku, dan ingin menunjukkan kuasaNya padaku. Walau badan serasa hancur dan kepala mau pecah, aku tetap pergi ke sekolah karena masih ingin melanjutkan keinginanku untuk bunuh diri, yaitu dengan melompat dari lantai tiga gedung sekolah kita, saat itu aku sangat yakin bahwa usaha itu akan berhasil. Lalu pagi itu kita bertemu, setelah itu aku berfikir, jika siang itu aku mati, maka aku akan kehilangan banyak waktu-waktu menyenangkan yang kulalui jika bermain sepak bola bersamamu. Hingga akhirnya aku membatalkan niat bodoh itu. Sebenarnya aku tak pernah lupa membawa kaus kaki itu ky, aku hanya tak punya alasan lain untuk bertemu denganmu lagi, aku takut bila mengembalikan kaus kaki itu padamu, maka pertemanan kita akan selesai sampai di situ. Alangkah lugunya aku saat itu, maklum saja, perceraian orang tua ku membuat hati dan fikiranku remuk redam.

Sebuah tepukan di bahu dan sepasang kaus kaki mungkin adalah dua hal yang sepele bagimu, bahkan mungkin kau telah melupakannya. Tapi tidak bagi ku ky, dua hal kecil itu telah menyelamatkan jiwaku dan menyadarkan ku bahwa betapapun perihnya masalah yang kuhadapi, aku masih memiliki hal-hal indah disekitarku, betapa aku sangat menyenangi matematika, betapa asiknya bermain sepakbola, terutama dikala hujan, dan yang terpenting lagi, aku memiliki seorang teman sejati, dirimu ky...

Terima kasih ky, semoga Allah membalas segala budi baikmu padaku, selalu membimbing dan melindungimu di jalanNya, karena saat ini aku tak dapat berbuat banyak selain berdoa dan menyemangatimu dari jauh. Cetaklah gol sebanyak-banyaknya teruslah bermain ky, aku bangga padamu.

Wassalam

Andry


***Balikpapan, 31 Agustus 2007. take me to the beach of Your soul.
Read More..