Showing posts with label Lil' bit sad but im ok :). Show all posts
Showing posts with label Lil' bit sad but im ok :). Show all posts

Saturday, December 20, 2008

Failure Immunity

Ga terasa ya…dah desember aja…2 minggu lagi tahun 2009. Man...TAHUN DUA RIBU SEMBILAN. Seandainya saja life map yang dulu kususun seusai aku lulus kuliah berjalan mulus, maka aku mungkin sekarang sudah berada di Europe sana, melanjutkan studi S3 ku, with my better half...huhuhuhu...What a dream!
Kenyatannya rencana-rencana indah itu hanya sekedar catatan diary usang. Eh, ga usang ding, diary itu masih terawat dengan baik, masih tersimpan rapi dalam hard case nya. Diary pink Forever-FriendsTM yang kubeli di toko Agung, Makassar 5 tahun lalu, masih wangi. Kadang kalo aku kangen makassar, aku hanya tinggal membuka diary itu lalu menghirup wanginya, dan yang kemudian terlintas di benakku adalah Toko Agung....

Back to business...tentang rencana-rencana itu, emang Gatot alias gagal total. Scholarship misalnya, dah beberapa kali ngirim, tapi yang ada surat balasan “Maaf anda belum beruntung” yang terakhir malah lebih parah, disitu tertulis “Maaf anda belum beruntung (Lagi), mendingan lo married aja gih sono!, ingat umur tuh!” somehow it sounds like my mom...
Jadi ingat Einstein, dia pernah bilang, insanity is doing the same thing over and over again and expecting different results. Tapi apakah dengan mengirim aplikasi beasiswa hingga berkali-kali dengan satu harapan yang sama, maka kemudian aku termasuk dari orang-orang foolish itu hai pak tua? Jawaaaaab!

Maybe it’s just not your way, maybe there’s something bigger that you deserve......” kata sahabatku yang nasibnya jauh lebih beruntung. Trus dia juga bilang “Tapi ada tuh temenku di Melbourne, dia berhasil dapet Scholarship setelah gagal 7 kali, kalo nasibmu sama kaya dia, at least kamu masih punya 4 kesempatan untuk ngirim lagi”....And suddenly my life turns into a mathematical order. :)

Yeah, mungkin masih perlu mengevaluasi lagi hal-hal yang sekiranya membuat aku gagal atau mungkin usahaku emang masih belum maksimal, atau mungkin doa-doa ku masih nyangkut di awan karena ga khusyu...atau mungkin I do deserve something bigger, its just a matter of time....atau....atau yang lainnya...dan seperti yang aku bilang tempo hari di sini, I’ll give another shot. InsyaAllah semangat itu masih ada, I called it ‘failure immunity’....beat that Einstein!
Read More..

Sunday, September 07, 2008

Whinyani

Apaan tuh di motormu? Kangkung?”

“Ia”

“Kamu beli kangkung? Tumben?”

“Bukan cuma beli doang, masaknya juga”

“Ha? Emang bisa masak?”

“Bisa, akhirnya....hehe”


That was a small talk with my friend at my office’s parking space days ago. We were off to home when my friend saw that plastic bag hung in my motorbike, and those questions popped up.

“Jadi sebelum ke sini, kamu mampir ke pasar?”

“Gitu deh”

“Jadi IRT neh ceritanya?”

“Ya, itung-itung latian sebelum jadi IRT beneran”


Yeah guys, I’ve been a house wife like since last month. Something bad happened to my mom. She had an acute appendix infection which made her had a surgery, and barely can do anything ever since. Poor her, and poor me too. For I’m the only daughter and my parents have no one else to depend on.

In the last four years, I only had responsibilities to both my bedroom and my job. I didn’t give a damn on anything else. My father was still working at that time and my mother took care of the house. Everything went on until my father retirement couple months ago and a calamity cropped up, my mom’s illness.

It could be happened to anyone else, or even worse. However I did doubt my self could overcome it, sounds weak huh. I was the most independent woman that I’ve known for my whole life, but taking over the family is another thing. My life was turned up side down at the very first moment. Whether I must cook and serve the meal instead of having morning classes, drop in a market before or after work, or deal with the house chores. Man, frankly speaking, it certainly new kinda thing for me. I even never imagine of having such a situation, but there’s always the first time of anything right? And thanks God, so far I can get by in that stuff.

This Ramadhan is the hardest for me since I handle the kitchen. My awaking problem is the only matter which maybe I have to sleep in the kitchen so my father can easily drag me to prepare the supper. But you know what? He’s always the one who gets up first, and he his self who warms the meal, then he wakes me up. Luv ya dad! :)




Pasar Butun: Tempat hangout baru..gyahaha..



Ada sawi di WARNET? ck..ck..ck..kiamat sudah dekat sodara2! :P
Read More..

Saturday, May 10, 2008

Cinta Sejati (bagi DIA dan bagiku)

Bagi DIA, Cinta Sejati....

Adalah ketika kita menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya...
Adalah ketika dia tidak memperdulikan dan kita MASIH menunggunya dengan setia...
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu’...

Tapi bagiku, Cinta Sejati.....

Adalah ketika dia menitikkan air mata dan kita AKAN selalu berada disampingnya, untuk menghapus air matanya, atau bahkan menangis bersama...
Adalah ketika tidak ada seorang pun yang memperdulikan dirinya, kita AKAN menemaninya dengan setia dan berkata "kaulah yang terbaik"...
Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kita
AKAN tersenyum sembari berkata “can we still be friends?”...

Cinta Sejati, apapun itu maknanya, adalah anugerah terindah dari Sang Pencipta Cinta. Oleh karenanya kawan, bila kau telah menemukan Cinta Sejati itu, genggamlah seerat mungkin, jangan kau lepaskan walau hanya sehela nafas. Karna bukan tak mungkin, jika Cinta Sejati itu hanya datang dan singgah di hidupmu sekali saja...

So guys, have you found yours? if you haven't and still looking for one,.....so am I...*giggling*

Ps.
To DIA: Maaf, dengan tidak mengurangi rasa hormat saya pada karya anda, saya telah memenggal sebagian puisi anda, dan sepenggal puisi itu lalu saya gubah dengan versi saya :) semoga berkenan. Please do leave comments then...(in case you read this posting)

Read More..

Thursday, February 21, 2008

Memohon dan Menanti Mukjizat

Segumpal kecil kapas putih yang direkatkan oleh selotip masih merekat di lengan kiriku. Gumpalan kapas itu menutupi bekas jarum yang tadi ‘bertugas’ mengambil darahku sebanyak 7cc. Darah itu mungkin sekarang telah diterbangkan menuju Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh Klinik Prodia Pusat. Hasilnya akan ku terima paling lambat satu bulan dari sekarang.

Beberapa jam lalu, tepatnya pukul 10.35am, adalah salah satu momen bersejarah dalam hidupku. Dimana aku akan memastikan diagnosa yang selama ini selalu menghantuiku. Aku masih bisa bersyukur karena diagnosa awal menunjukkan bahwa penyakit itu bukanlah penyakit menular yang dapat membahayakan orang sekitarku. Tapi walaupun demikian, dimanapun dan kapanpun, jika aku mengingat diagnosa itu, kedua mataku akan secara spontan berkaca-kaca. Juga detik ini.

Rasa sakit yang ditimbulkan oleh jarum itu tak sesakit yang ku kira. Aku nyaris tak merasakan apapun ketika jarum itu mulai menembus kulitku. Aku masih mengingat kejadian saat aku duduk di bangku SMA kelas 1. Suatu hari, tim dari Dinkes mendatangi sekolah kami, mereka lalu menyuntik kami, para murid perempuan, serum anti tetanus secara bergantian. Aku yang (masih) takut akan jarum suntik lalu merasa shock setelah mendapatkan injeksi serum itu, kepala terasa pening, muka pucat dan tubuh lemas. Entah karena perasaan shock, atau karena tubuhku memang tak fit pada saat itu. Untungnya teman sebangku sekaligus ketua kelas saat itu dengan sigap mengambilkan aku segelas teh hangat dari kantin. Tak berapa lama kemudian tubuhku kembali segar. Makasih Yun, kebaikanmu akan terus kuingat.

Malam tadi, aku kembali bersimpuh di hadapanNya. Kembali memohon mukjizat yang sekiranya akan Ia berikan kepadaku. Untuk membuktikan bahwa diagnosa itu salah, bahwa there’s no bad thing happened to me. Terkadang aku merasa malu padaNya. Sudah berbagai macam mukjizat telah Ia berikan kepadaku selama ini, dan aku terus memohon dan memohon tanpa henti. Tapi Sang Maha Sabar itu tentunya mengerti tentang keadaanku, dan akan memberikan yang terbaik. I love You Allah...

After all, apapun hasil dari pemeriksaan itu, my beautiful life will go on. Seperti kata Jean Webster dalam Daddy Long Legs, ‘Life is just a game which i must play as skillfully and fairly as i can. If I loose, i'm going to shrug my shoulder and laugh - also if I win.’

*senyum*

Ps. To Eman, u might not realize it, but ur sms this morning had become a huge spirit which gives me a new energy to face ‘it’. AJKK!

Read More..

Tuesday, May 01, 2007

Bagi-bagi Doa

Yang aku ingat, hari itu adalah hari sabtu, bulan november 2006, tanggalnya aku lupa. Tapi yang jelas hari itu sehari setelah kedatangan ku dari jakarta selama 5 hari untuk mengikuti tes Cpns Deplu.
Pagi jam 8 aku sudah memasuki ruangan kelas tempatku mengajar. Baru saja aku membuka pintu, salah seorang muridku berkata dengan nada antusias,
Vicca (8) : Miss lulus ya?
Aku : Lulus? Lulus apa? (*pura-pura ga tau, cuma pengen ngetes mereka*)
Vicca : Kemarinkan miss nufus (temen kerjaku) yang ngajarin kita, trus katanya mis nufus, miss yani ke jakarta ikut tes.
Karin (9) : Ia miss, tapi miss kok orang gede mash ada tesnya segala?
Aku : Ia, miss ikut tes deplu, pengumumannya bulan depan, jadi miss belum tau lulus ato nggak.
Vicca : Katanya miss nufus, ntar kalo miss yani lulus, kerjanya di luar negri kan?
Aku : Ia, insyaallah.
Henry (9) : Wah enak dong miss, tapi miss, ntar kalo dah ke luar negri, miss ga ngajar kita lagi ya?
Vicca : Ya ia dong hen, mana bisa miss ngajarin kita kalo dah kerja di luar negri.
Makanya miss, kemarin itu kita bingung, mo doain missnya apa?
Murid2 lain : (*kompak*) ia miss....
Aku : Bingung gimana?
Vicca : Kemarin tuh rencananya kita mo doain miss supaya lulus. Tapi ga jadi soalnya ntar kalo missnya lulus kita ga diajarin lagi sama miss.
Aku : (*senyum2*) So?
Karin : Trus kita mo doain miss supaya ga lulus, biar miss bisa tetap ngajarin kita, tapi ga jadi lagi soalnya kasian sama miss, udah jauh2 ke jkt tapi ga lulus. Kan rugi.
Murid2 lain : (*kompak lagi*) ia miss....
Aku : (*masih senyum2, kurasakan mataku berkaca-kaca, speachless*)
Vicca : Jadi ya gitu miss, kita pusing.
Vicca : Eh tunggu dulu, kan kita ada delapan (murid). Kita bagi dua aja, empat orang doain supaya miss nya lulus, trus yang empat lagi doain miss supaya missnya ga lulus.

Mereka pun saling berebutan untuk memilih doa yang mereka inginkan. Kelas jadi ribut.

Aku : Be quiet please!
Murid2 : (*Terdiam sambil senyum2*)
Aku : Dari pada ribut dan berebutan, mendingan kalian ganti aja doanya.
Vicca : Ganti kaya apa miss?
Aku : Gini aja (*menengadahkan tangan*) Ya Allah berikanlah miss yani yang terbaik. (kebetulan semua muridku muslim)
Vicca : Maksudnya miss?
Aku : Maksudnya, apapun hasilnya, lulus ato ga, kalo menurut Allah itu yang terbaik, ya smoga itu yang terjadi. Kalo miss lulus, alhamdulillah, miss bisa kerja di luar negri, kalo ga lulus juga alhamdulillah, miss bisa tetep ngajar kalian yang pada nakal2, cerewet, tapi pinter, baik hati dan ga makan sabun.
Murid2 : (kompak) hahahahahaha.....
Aku : lagian kalo seandainya miss ga lulus, miss ga rugi kok. Miss kan sempat jalan2 di jkt (selain itu ada juga hal yang paling mengesankan dalam perjalananku ke sana, something that i wont forget for the rest of my life hehe, mo tau? Hehe.... ada deh)
Vicca : Miss jalan2 ke mana aja?
Aku : Ntar aja kapan2 miss ceritain ya...Ok class, where were we?

Dan semuanya berjalan seperti biasa.

And here I am, Allah telah menunjukkan yang terbaik bagiku, at least untuk saat ini, aku masih di sini, di balikpapan, dealing with those amazing children who had tought me how to share the pray, hehe...those little kids who had made some cheerful days for me (walau kadang bikin stress, kalo nakalnya pada kumat). Those little angel that was sent by Allah to show me how beautiful my life is.
Read More..