Wednesday, April 02, 2008

Setapak itu...


Sayangku,

Setapak yang tadi kulalui...
Ada banyak kerikil dan bebatuan
Terkadang licin dan menanjak

Ketika terasa penat dan lelah
Kadangkala aku harus berhenti sejenak
Menghela nafas
Sambil bersandar

Seperti yang kulakukan sekarang
Dan kini aku menengok ke belakang
Menatap ke jalan yang tadi kulalui
Aku tertegun dan terhenyak

Tahukah Kau Sayang,
Ternyata jalan yang penuh kerikil dan bebatuan itu
Yang sesekali membuatku tergelincir
Terlihat begitu indah dari tempat ini

Dan tanjakan yang menjulang itu...
Bisa kutempuh
Hingga sampai di tempat ini

Mungkin
Tanjakan di depan akan lebih tinggi
Kerikil dan bebatuan akan semakin banyak
Tapi aku yakin dapat melewatinya
Seperti tadi, kemarin, dan waktu lalu

Walau meski harus berhenti sejenak
Dan mencari sandaran baru

Sayangku
Kini aku harus melanjutkan perjalananku
Dengan langkah tegar dan senyum

Terima kasih Sayangku
Untuk tetap bersamaku
Dari awal perjalananku
Hingga akhirnya nanti kita bertemu

**Tangkuban Perahu, 17 Maret 2008

No comments: