Wednesday, October 24, 2007

Ayamku yang hilang itu, ternyata......

‘Ayamnya hidup lagi! Trus lompat....’

‘Lompat ke mana yan?’

‘Ke piringnya Pak Is....’

-----------------------------------------

Cerita ini bukan mengisahkan tentang aku yang beralih profesi jadi juragan ayam, bukan,

Ini tentang acara buka puasa bersama di salah satu tempatku ngajar, di Lembaga A.

Dah lama seh, tapi ceritanya terlalu seru (menurutku) untuk dilewatkan. Hari itu tanggal 6 Oktober 2007, ada acara buka puasa bersama di Lembaga A. Aku sore itu sebenarnya ngajar di Lembaga B sampe jam 06.00 pm, tapi demi makanan enak yang sudah menunggu di Lembaga A..hehe ga ding, demi acara kekeluargaan itu dan sense of kebersamaan yang jarang kita alami di hari-hari biasa, aku bela-belain korupsi waktu 15 menit. Untungnya murid ku ga protes karena ku pulangin lebih awal. Jadilah aku meluncur dengan my-second-soulmate aka my motorbike. 10 menit kemudian aku dah sampai di Lembaga A. Lumayan rame, bisa ketemu sama teacher-teacher yang tadinya gak pernah ketemu karena jadwalnya beda. Ramadhan emang selalu membawa kesan tersendiri, karena cuma di bulan ramadhan ada acara ginian, buka puasa bersama. Memang seh ada acara rapat rutin plus lunch, tapi kesannya tetep aja beda sama acara buka puasa bersama.

Waktu yang dinantikan pun tiba, diluar kantor sudah terdengar suara adzan, kami pun secara tertib mengambil menu yang tersedia. Ada sop kimlo, sambal goreng kentang, ayam goreng kecap, dll. Aku meletakkan piringku diatas meja setelah mengambil menu secukupnya, eh ga kok, agak banyakan, hehe jujur ya..banyak banget, sampe piringnya penuh..hehe..sayang piring-piring yang ada cuma satu ukuran, aku tadinya mo nyari piring yang agak gedean dikit, biar muatnya banyak, ato kalo gak ada, wajan pun jadi...hehehe...

Sebelum makan, tak lupa aku mengambil teh botol dan lalu kembali ke tempat dimana piringku tadi ku letakkan dan mulai melahap semua yang ada dipiring, kecuali sendok tentunya. Tapi belum berapa lama, aku merasa ada yang janggal di piringku, something is missing, aku pun memperhatikan satu persatu lauk yang ada di piringku dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (proklamasi kaleee)...ya ampun, AYAM GORENG KECAPKU GA ADA. Padahal aku tadi inget banget waktu ngambil sepotong ayam goreng kecap yang bagian dada, sampe sempat rebutan segala sama mbak mia, hehehe...

Kok bisa ilang ya? Otakku pun secara otomatis mengaktifkan Suspicious Alert ver 3.0. Yang terjadi kemudian adalah mataku mencari-cari wajah mencurigakan yang sekiranya berada diantara orang-orang yang sedang makan, wajah yang memancarkan ketakutan yang teramat sangat karena telah melakukan tindak kriminal tingkat tinggi, yaitu mencuri ayam goreng milik seorang perempuan imut bin ajaib yang sebenarnya adalah alien dari planet pluto yang sedang menyamar...hehehe...Mulai dari Mbak Aniek yang ada di samping kiriku, kemudian searah jarum jam, ada Nicholas Saputra, Dian Sastro, Cinta Laura, Luna Maya, Mulan Kwok, Ahmad Dhani, Maia Ahmad...halah...hingga yang terakhir, yang berada di sebelah kiriku, Pak Is. Sedikit info tentang pak is, nama lengkapnya R Iskandar GS. Umurnya sekitar 60an. Beliau adalah teacher paling senior di lembaga A yang sudah mengajar sejak lembaga A dibuka 14 tahun lalu. Meskipun sudah tak muda lagi, beliau tetap energik, selain itu, sikap ramah, terbuka dan homorisnya membuat kami, terutama aku tak segan-segan meminta pendapat atau sekedar curhat bila mendapat masalah seputar pekerjaan.

Kembali ke acara buka puasa bersama, pak is yang berada tepat di sebelah kiriku tampak senyum-senyum sendiri sambil tangan kirinya menutup sebagian piringnya. Sekilas aku melihat sepotong ayam goreng yang tampaknya kukenal. Sepotong ayam goreng kecap yang terlihat seksi, yang sisa separuh karena dah dimakan pak is. Gotcha! It must be him pikirku. Aku sempat beradu pandang dengannya. Sedetik...dua detik...tiga detik...dunia seakan berhenti...aku lalu memutuskan untuk melanjutkan makanku sambil ikutan senyum kaya pak is.

Pak is yang merasa ketangkap basah lalu bertanya kepadaku dengan mimik tak berdosa.

Pak Is: Kenapa yan? Kok senyum-senyum?

Aku: Ada yang lucu pak.

Pak Is: Apaan?

Aku: Tadi tuh aku ngambil ayam goreng kecap, trus pas aku tinggal sebentar, eee ayamnya ilang.

Pak Is: Kok bisa?

Aku: Ayamnya hidup lagi! Trus lompat....

Pak Is: Lompat ke mana yan?

Aku: Ke piringnya Pak Is....

Pak Is: hahahaha

(Orang-orang yang berada diruangan itu menengok sekilas kearah kami)

Pak Is: *setengah berbisik* Sory yan, tadi saya ga liat kalo di menunya ada ayam goreng, trus pas liat dipiringmu ada ayam, saya jadi pengen, tapi males balik ke meja sono cuma ngambil ayam doang, kebetulan kamu lagi ga ada, jadi... ayam mu jadi korban deh. Untung ga ada yang liat.

Aku: Kalo boleh ngasih tips nih pak, lain kali ayamnya ditelan bulat-bulat biar gak ketahuan kalo bapak yang ambil...

Pak Is: hahahaha

Dan sampai cerita ini ku posting, hanya Tuhan, aku dan Pak Is yang mengetahui tentang hal memilukan itu.

No comments: