Showing posts with label Funny Bunny. Show all posts
Showing posts with label Funny Bunny. Show all posts

Friday, July 02, 2010

Tupai Bus

Ada beberapa hal unik selama saya traveling ke beberapa negara di eropa tahun lalu. Satu diantarnya adalah pengalaman dengan transportasi. Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa perancis adalah negara pertama yang mempelopori angkutan umum sejak 300 tahun lalu. Berawal dari sebuah gerbong yang ditarik oleh kuda, hingga kini berkembang menjadi kereta super cepat. Tak heran bila negara ini memiliki sistem transportasi yang jauh lebih unggul dari negara lainnya. Bagi pelancong dari negara dunia ketiga seperti saya, yang sudah terbiasa dengan angkot sesak, lalu lintas yang semrawut dan polusi udara, sistem transportasi di eropa benar-benar membuat saya berdecak kagum.





Stasiun kereta Tours

Dimulai dari bus yang sangat nyaman (bentuknya hampir mirip dengan busway di jakarta), penduduk setempat yang hampir semua memiliki kartu transportasi prabayar, hanya tinggal memindai kartunya pada alat yang terdapat di dekat pintu masuk bus. Sedangkan bagi yang tak memiliki kartu dapat membayar sesuai tarif pada supir bus, lalu pak supir akan memberikan struk yang bisa digunakan untuk perjalanan bus berikutnya dalam rentang waktu 1 jam. Dan struk inilah yang meninggalkan kesan unik yang pernah saya rasakan selama tinggal di kota Tours, Perancis.

Saya tinggal di homestay yang jaraknya sekitar 15 menit jalan kaki untuk mencapai pusat kota dan 20 menit untuk bisa sampai di kampus tempat saya belajar. Pada minggu kedua saya mulai berani mencoba bus untuk mengeksplor sisi kota lainnya. Bus pertama yang saya naiki adalah dari Carrefour menuju homestay. Saat itu saya berangkat jalan kaki dari pusat kota menuju carrefour bersama seorang kawan dari mesir bernama George. Ia meyakinkan saya bahwa carrefour bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Dan dengan ke innocent-an saya, saya pun menurut, belakangan saya tau bahwa ternyata George juga belum pernah kesana. Dan jarak yang ditempuh dari pusat kota ke carrefour adalah ENAM PULUH MENIT. Pesan moral dari perjalanan itu adalah, jangan mudah percaya pada orang mesir, apalagi jika ia berkata bahwa pyramid bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari Indonesia.

Sepulang dari carrefour, saya memperhatikan struk yang tadi diberikan oleh pak supir. Bentuknya seperti struk ATM, yang bertuliskan tanggal dan masa berlaku struk itu. Entah jin casper apa yang sedang merasuki fikiran saya saat itu hingga membuat saya berfikir jahil untuk menggunakan struk itu di keesokan harinya, dan hari berikutnya, dan hari berikutnya. (jangan sekali-kali anda mencoba hal ini jika anda tidak punya keberanian dan uang denda yang cukup jika suatu saat kepergok petugas).

Maka bermodalkan senyum termanis yang saya punya, dan sapaan Bonjour yang ramah ke pak supir sambil memperlihatkan sekilas struk yang tanggal nya saya tutupi pake jari telunjuk, jadilah saya layaknya seekor tupai yang naik turun di bus dengan lincahnya, tanpa orang lain tau bahwa saya telah mencurangi sistem transportasi di perancis selama berhari-hari.

Read More..

Wednesday, October 22, 2008

Waterpark Story

Sabtu 18 Oktober lalu, aku bareng sepupuku sekeluarga maen ke Waterpark di Balikpapan Regency. Kita emang dah niat mo ke situ dari lebaran lalu, tapi mengingat pengunjung area rekreasi biasanya membludak pada masa liburan, akhirnya rencana di postpone sampe minggu lalu.


Foto narsis dulu sebelum nyebur ke kolam


Dari arah belakang tiba-tiba terdengar suara lirih memanggil
“Sst...cewek imut jilbab pink, sini dunks....”
Aku refleks nengok ke belakang, berharap ada cowok ganteng yang lagi megang satu buket bunga mawar di tangan kirinya dan segepok uang dollar di tangan kanannya sedang menatap kearahku dengan tatapan mata syahdu.....

Ternyata oh ternyata, hanya ada sebuah patung Little Mermaid lagi megang ikan, tu patung seandainya manusia pastinya dah pegel setengah idup. Sungguh malang nasibmu hai patung..Btw, masa tu patung yang bicara? Emang bisa?


Patung: Ya ialah, gue bisa ngomong, tapi ga semua orang bisa mendengar ucapan gue, hanya orang-orang jelmaan Doraemon dan Pahlawan bertopeng yang bisa.

Aku: Maksud lo?

Patung: Hehe...becanda...Eh sini deh aku bisikin, ada rahasia penting buat lo.

Aku: Rahasia apaan?

Patung: Sebenarnya gue ga boleh membocorkan rahasia ini ke siapapun, tapi melihat lo yang rada udik gitu, gue jadi kasihan...

Aku: Tau dari mana aku udik? Perasaan aku ga ada tampang udik deh....(haha, mbela diri)

Patung: Kelakuan lo tuh yang udik, orang tuh kesini mo maen aer, refresing, nyobain water tunnel, na elo...pake acara poto-poto narsis segala.

Aku: Lah cuma poto-poto ini, kali aja ada pencari bakat yang kebetulan liat aku trus berminat ngontrak aku jadi model iklan sendal jepit swallow...kan lumayan tuh....(haha naujubilah)

Patung: Halah...mo dikasih tau rahasianya ga neh?

Aku: Ia deh...

Si patung lalu berbisik pelan.

Patung: Di sebelah situ, setiap beberapa menit sekali, ada air yang tumpah dari atas, naa...kalo lo ucapin mantra yang gue kasih entar, berikutnya yang keluar dari atas situ bukan air, tapi emas dan berlian....

Aku: Ih...hoax banget seh...

Patung: Beneran, sumprit di samber Brad Pitt...tapi untuk dapet mantra itu, ada syaratnya.

Aku: Apa syaratnya?

Si patung lalu berbisik pelan ke telingaku, seakan-akan ia memberitahu sebuah rahasia yang super duper besar, mengalahkan rahasia mengapa Dora rambutnya ga bisa panjang...Ato rahasia kenapa sampai sekarang Cinta Laura bahasa Indonesianya belum fasih-fasih juga..hehe, sory Cin, cyuma becyandah


Patung: Untuk ngedapetin mantra itu, simpel banget....garukin punggung gue dong...gatel banget neh...dah dari bulan lalu, panu kali yak....

Aku: GUBRAK


Satu jam kemudian....


Aku: Mana emasnya neh? Dah nunggu dari tadi sampe gosong gini, dasar patung pembohoooong! Tunggu pembalasanku!


PS: Nama dan tempat emang bener ada, tapi ceritanya nyampah abis...haha...
Read More..

Wednesday, July 23, 2008

Cita-cita Mereka...

My name is Resdika
I am nine years old
I want be a pilot
If I be a pilot
I will fly tall in on sky
And bring father and mother

My name is Kurnia
I am nine years old
I want to be a teacher
If I be a teacher
I will teach girl in house
And I teach in school

My name is Ayu
My old is ten years
I want to be a artist
If I be a artist
I will make new album

My name is Julian
I am ten years old
I want to be a doctor
If I be a doctor
I will seek people sick
And I will cure people

My name is Safitri
I am ten years Old
I want to be a pilot
If I be a pilot
I will fly to sky

My name is Waode Nur Hazni Rida
I am 9 years old
I want to be a teacher
If I be a teacher
I will teach children

***Diambil dari Writing task murid-murid children class ku

Jangan ragu untuk bercita-cita nak!
Dan jangan khawatir tentang grammar nya, nanti miss jelaskan lagi ya.. :)

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL, 23 JULI 2008
Read More..

Monday, June 23, 2008

Ki Joko Bodo dan Euro 2008

Beberapa hari lalu saya sempat menonton infotainment Silet di RCTI. Siang itu Silet membahas tentang para selebritis dan Euro 2008. Saya kebetulan hanya menonton tayangan terakhir dimana reporter silet sedang mewawancarai Ki Joko Bodo.

Siapa yang tak kenal Ki Joko Bodo, seorang dukun semi-selebritis yang well-known dengan image rambut gondrong acak-acakannya plus kemampuan supra naturalnya yang terkadang menimbulkan kontroversi. Atas kelebihannya itulah ia kemudian ditanya oleh reporter silet tentang ‘penerawangannya’ pada pemenang Euro 2008.

Surprisingly, Ki Joko Bodo yang biasanya menjawab semua pertanyaan dengan penerawangan magisnya, kini enggan memberi komentar. Alasannya adalah karena beliau, maaf, dia, ingin melindungi para bandar judi yang telah datang padanya lebih dulu untuk mendapatkan ‘advance information’ itu, dan kini mereka sedang bertaruh atas informasi itu hingga angka fantastis, satu juta dollar. Para bandar judi itu tak hanya berasal dari Indonesia, beberapa dari mereka berasal dari negara-negara asing yang cukup terkenal dengan permainan judinya.

Alangkah hebatnya profesi perdukunan di masa ini, dua puluh tahun lalu, ketika orang mesti sembunyi-sembunyi bilamana mendatangi dukun atau sejenisnya, kini dukun malah jadi public figure. Kalau dulu dukun hanya didatangi karena alasan penyakit aneh, barang yang hilang hingga masalah jodoh, kini dukun juga bisa ditanyai mengenai apapun, tak terkecuali tentang kompetisi berskala internasional. Visitornya pun tak tanggung-tanggung, semakin terkenal dukun itu, semakin beragam pula orang yang datang padanya, mulai dari pedagang, pejabat sekelas menteri hingga bandar judi manca negara. Dan uang pun mengalir deras dari harta mereka menuju kantong dan (karena dukunnya sudah profesional) rekening si dukun.

Menurut penerawangan saya :) dan melihat fenomena yang nampak berkembang akhir-akhir ini, profesi ini (dukun) cukup menjanjikan hingga dua puluh tahun mendatang. Anda ingin beralih profesi menjadi seorang dukun? Masih belum terlambat untuk itu :D
Read More..

Wednesday, June 04, 2008

Sayang Itu Ambigu

Postingan ini sebenarnya adalah jawaban dari komentar Dg.Ipul dari postingan sebelumnya yang menanyakan tentang kata ‘sayang’. Rasa penasaran beliau akan kata ‘sayang’ itu membuat saya ingin menjelaskan panjang lebar. Karena saya rasa terlalu panjang untuk di entry di haloscan, maka ada baiknya jika saya buatkan posting khusus, yaa..hitung-hitung ngapdet blog. Sebelum menjelaskan lebih lanjut, saya ingin bercerita sedikit tentang pengalaman lucu atau bisa dibilang semi-bodoh (yang mestinya jadi pelajaran) saya yang juga berhubungan dengan kata ‘sayang’ itu.

Suatu hari saya pernah mengirim sebuah pesan singkat ke seorang kawan dengan bunyi:

Sayang, besok saya sudah pulang ke balikpapan

Tanpa saya duga sebelumnya, kawan itu lalu membalas:

Tolong jelaskan arti kata ‘sayang’ itu, jangan sampai saya salah duga

See...kata ‘sayang’ memang ambigu, dalam kalimat singkat seperti pesan saya tadi dan judul postingan saya sebelumnya (yang membuat Dg.Ipul penasaran), makna kata sayang itu bisa saja menjadi bias, hingga terjadi misinterpretasi. Well, saya tak menyalahkan kawan saya itu, karena kami memang dekat sebelumnya, sama halnya dengan Dg.Ipul, dimana kami sempat berbincang di YM tentang kebiasaannya merokok, hingga timbullah niat saya untuk membuat posting dan menyertakan tips dari beliau.

Pada kasus pesan singkat diatas, mungkin ada baiknya jika saya menulis: Sayang sekali, besok saya sudah pulang ke Balikpapan. Dengan menambahkan kata ‘sekali’ setelah kata sayang, maka jelaslah bahwa kata sayang yang saya maksud adalah merasa rugi, tidak rela, menyesal dan atau kasihan. Bukan arti sayang yang ‘itu.’

Sama halnya dengan judul postingan di bawah, seandainya saja saya tulis: Berhentilah Merokok, Sayang Uang Kok Dibakar
atau Berhentilah Merokok, Sayang Tubuhnya Diracuni atau Berhentilah Merokok, Sayang Cuma Satu Hari. Bisa dipastikan bahwa tak ada lagi misinterpretasi dari pembaca, terutama Dg.Ipul.
Otherwise, bila disimak lebih lanjut, sebenarnya kata sayang yang saya tulis pada paragrap terakhir di postingan tersebut bisa saja menjadi rujukan makna dari kata sayang di judul.

Sebenarnya mudah saja menginterpretasi kata ‘sayang’ bila kita mendengarnya dalam pelafalan dan stressing yang berbeda. Tapi dalam tulisan, dalam hal ini, membacanya, apalagi dalam kalimat singkat, kata ‘sayang’ bisa saja menipu.

Enyway, Hal ini adalah sebuah pembelajaran kedua bagi saya pribadi (setelah pesan singkat itu)
saya akui, mungkin lain kali saya harus lebih berhati-hati dan teliti dalam menulis. Atau lebih baik menyewa seorang proof reader sebelum saya mem-publish tulisan di blog, halah...

Untuk Dg.Ipul, semoga postingan ini bisa memuaskan rasa penasaran anda. Juga tak menutup kemungkinan bagi orang lain yang ‘senasib’ dengan anda...hehe...jangan kapok blogwalking ke sini yah!...
Read More..

Sunday, March 09, 2008

Sarung Tjap Gadjah Djongkok


“Ke mushola yuk, sholat, dah masuk waktu maghrib neh”
“Sholat ndiri aja ya, aku ga bisa sholat, aku lagi pake celana pendek, lupa tadi”
“Huh, dosa lo ninggalin sholat” gerutuku dalam hati, sambil berlalu meninggalkannya sendiri di foodcourt itu.

Mushola di pusat perbelanjaan itu memang hanya menyediakan mukenah bagi para wanita, tapi alangkah baiknya jika ada sarung yang tersedia untuk digunakan bagi pelanggan pria yang saat itu tak bercelana panjang, seperti dia. Hingga tak ada lagi alasan untuk meninggalkan sholat.

Aku memang terkadang suka gemes sendiri bila memiliki sahabat muslim yang tak rutin melakukan ibadah sholat. Terkadang aku suka menakut-nakuti mereka dengan berkata “Ih..orang yang rutin sholat aja belum tentu masuk surga, apalagi yang ga rutin sholat?”
Hehe...sebenarnya ada banyak nasihat yang lebih baik dan lebih manusiawi ketimbang kalimat diatas tadi. Tapi hanya itu kalimat favorite yang sering aku ucapkan, dan biasanya manjur, at least pada saat itu.

“Dapat salam tuh” ucapku kepadanya, setibaku dari mushola.
“Dari mana” tanyanya penasaran.
“Tadi waktu sholat, aku ditegur sama malaikat Izroil, katanya titip salam buat kamu, hii...ati-ati lo kalo pulang nanti”

Dia hanya tersenyum. Sepertinya ucapanku barusan ga ngefek apa-apa untuk dia. Kayanya mesti nyari trik baru neh.

-------

Besok siang ketemu di tempat biasa ya.
Ad yg pengen aku tanyain neh,
sekalian ngobrol...


Pesan singkat itu aku terima dari dia dua malam lalu, aku lalu meng-ia kan, kebetulan waktu itu lagi lowong. Keesokan harinya, sambil mengendarai motor, menuju tempat biasa sesuai dengan waktu yang ditentukan, aku tiba-tiba teringat pengalaman lalu ketika ia mengenakan celana pendek selutut yang membuatnya meninggalkan sholat maghrib. Segera kuputuskan untuk mampir di sebuah pasar.

“Ada sarung bu?”
“Ada mbak, mo merk apa?”
“Cap Gadjah Djongkok ada?”
“Ada, kebetulan ada motif baru ni mbak, baru datang kemarin”
“Kalo yang motif Harley Davidson ada ga bu?”
“Motif apa mbak?”
“Hehe, ga kok bu, salah ngomong, saya mau yang warna biru”

Aku lalu menawar separuh harga, alhamdulillah berhasil, tak percuma ilmu tawar menawar yang kupelajari hingga bangku S3 (wih..emang ada?) Aku lalu meluncur ke tempat perkara, ups, tempat biasa maksudnya.

Dua jam, empat puluh tiga menit, sekian detik. Buku Modern Business Correspondence dah hampir separuh kubaca. Gila, ini sih bukan telat namanya tapi ga bakal datang. Aku lalu mengiriminya pesan singkat.

Ga jd ya?

Sorry ga kbrin, aku jemput om ku,
dtg dr jkt td siang

Mendadak.

*gubrak*

Kalo aku ga kirim sms, mungkin aku bakalan nunggu dia sampe foodcourt ini tutup. Dodol, sambel, cicak, ulet bulu!

Kali ini kesabaranku diuji lagi, well, positive thingking aja lah, mungkin dia emang sibuk banget sampe lupa ngabarin. Aku kemudian menatap bungkusan kresek hitam yang berada di atas meja. Bungkusan yang berisi sarung biru yang sedianya akan dia kenakan untuk sholat di mushola kalau-kalau dia mengenakan celana pendek lagi.

Nasib kita hari ini kurang beruntung hai sarung Cap-Gadjah-Djongkok-berwarna-biru. Aku lalu tanpa sadar memikirkan kelangsungan hidup sarung ini. Apa kah sarung ini lantas kuberikan kepada bapakku? Bapakku pasti berkata “Hari ini kan bapak ga ultah? Lagian sarung bapak sudah banyak, lain kali kalo mau kasih hadiah, mendingan Honda Jazz ato Kia Picanto ya...” hehe, like father like daughter…Ups, ampun kan anakmu yang imut ini bapak....

Pagi ini aku datang ke kantor lebih awal, kulihat dia belum datang, mejanya masih kosong. Segera kuletakkan bungkusan kresek hitam diatas mejanya, tapi tunggu dulu, dia mungkin akan keheranan ketika mendapatkan bungkusan tak bertuan itu, tergeletak dengan pasrahnya diatas mejanya, yang ada mungkin dia lalu memberikannya kepada OB di kantor. Kuambil selembar post-it berwarna kuning dari mejaku. Kutempelkan keatas bungkusan itu dan kutuliskan:

Kali ini ga ada lagi alasan untuk ga sholat.
Dari seseorang yang kemarin menunggumu sampe berubah bentuk jadi Luna Maya.


Balikpapan, 09 march 2008

Ps. This story is too stupid to be truth
Tetapi jika ternyata terdapat kesamaan nama, tempat dan kejadian, maka silahkan anda menghubungi pemilik blog ini untuk mendapatkan kompensasi berupa foto sang penulis cerita, ukuran post card, lengkap dengan tanda tangan, alamat dan no hp. Hehe teteup…

Read More..

Wednesday, February 27, 2008

Untuk Dia, Kawan dan Kamu

Kamu dulu pernah bilang "Tuhan akan mempertemukan kita dgn beberapa orang yg salah sebelum kita bertemu dgn orang yang tepat”

Tapi menurut aku, tidak ada yang salah dengan orang-orang yang salah itu.
Mereka hanyalah orang-orang yang berada di tempat dan waktu yang salah.

Kalaupun mereka melakukan sebuah kesalahan, toh itu adalah hal yang manusiawi.
Bukankah manusia adalah tempatnya salah dan lupa?

Seperti kamu dan aku

Kesalahanmu adalah ketika keangkuhanmu kemudian menyelimuti rasa indah itu.

Dan kesalahanku adalah ketika menuliskan hal ini, di blog ini, saat ini, instead of telling you 'bout it directly.

Kini di matamu (mungkin) aku adalah salah satu orang yang salah itu.

But it won’t change anything to me.
I’m still looking forward either to see you cook Nasi Uduk or telling you some new words :)
Read More..

Friday, February 22, 2008

Life Has a Funny Way (Tentang hape ku)

Life has a funny way of sneaking up on you
When you think everything's okay and everything's going right
And life has a funny way of helping you out

when you think everything's gone wrong and everything blows up In your face

(Ironic by Alanis Morissette)



Aku : Mendingan beli hape model gini, bisa pasang software kamus Oxford, kita bisa nyari arti kata-kata baru, anytime anywhere, ga perlu nenteng kamus segede gaban, cukup dengan mencet keypad, nemu deh artinya...

Kawan : Harganya secondnya berapa sekarang? 2 juta dapat?

Aku : Ga tau tuh, mungkin malah lebih murah, kan model gini dah ga di produksi lagi

Kawan : Ntar aku cari di counter deh...mudah-mudahan dapat.

Aku : Ia, ntar aku yang install kan Oxfordnya di rumah, sekalian sama
PCA mau?

Kawan : PCA? Apa lagi tuh?

Aku : Personal Communication Assistant, program buat nge-blacklist no hape orang, bagus tuh, apalagi kalo ada nomor ga dikenal, trus suka iseng miskall, tinggal di blacklist aja no nya. Dia ga bakalan bisa telp kita, smsnya juga bakalan masuk di trash bin, bukan di inbox. Keren kan...

Kawan : Emang ada program gitu? coba deh kamu blacklist no ku, jadi pengen tau.

Aku : *ngutak-atik hp* Ok, coba telpon aku!

Kawan : Ih ia beneran, nada sibuk..aku coba lagi yah...

Aku : Seribu kali pun akan tetap nada sibuk yang kedengeran.

Kawan : Wah aku juga perlu program PCA itu.

Aku : Kalo mau, ada lagi program Call Cheater, untuk ngasih efek suara
di hape, macam-macam, ada suara hujan, suara kebun binatang, suara jalanan macet, suara pantai. Tu kita pake kalo mau bokis sama orang. Aku pernah nyoba sama temenku, aku pasang suara jalan macet, aku ngakunya lagi otw ke BC, trus temenku percaya, padahal aku lagi tiduran di kamar hehe...

Kawan : Seru tuh...

Aku : Eh ada lagi, Call recorder, buat ngerekam percakapan di telpon.

Kawan : Hebat ya...Ntar besok aku hunting deh...

Aku : Ia, you know what, aku sayang banget sama ni hape, mendingan kehilangan pacar deh, daripada kehilangan hape ini.

Kawan :............

Hari berikutnya kawan itu mengabarkan bahwa ia tak dapat menemukan hape sejenis itu. Aku lalu berinisiatif untuk menghubungi bapak ini, beberapa waktu lalu ia mengganti Nokia 6680 miliknya dengan E 90. Harapanku waktu itu, semoga ia belum menjual hape lamanya dan bersedia melegonya untuk kawan itu. Ternyata harapan tinggalah harapan, hape bapak itu milik kantor, sehingga tak bisa dijual.

Lucunya, keesokan harinya, hape ku tiba-tiba bermasalah, tak ada signal walaupun hanya satu bar. Tak bisa dihubungi dan mengubungi, apalagi berkirim SMS, asli rusak. Berbagai cara telah kucoba, mulai dari membawanya ke dukun beranak hingga melemparnya dari loteng rumah, busyet..sadis amat yak..Lalu aku teringat kata-kata itu ‘..mendingan kehilangan pacar deh, daripada kehilangan hape ini...’ sifat opinionated ku memang terkadang keterlaluan. Bisa kubayangkan bagaimana kawan itu menertawakanku sambil berkata ‘Rasain lu, makanya kalo punya barang bagus jangan takabur!’ aku pun menjawab ‘Aku ga takabur, cuma narsis ajah’ :P

Hape malang itu lalu ku bawa ke 'bengkel' Nokia, dari informasi yang kudapat, kerusakan bisa terjadi pada software, maupun pada mesin, dan resiko terbesar adalah ketika hape dibongkar, mesin bisa tambah rusak ato mati total. Biaya administrasi dan perbaikan mulai dari 25 ribu hingga 1 juta lebih. *glek*

Sepulangku dari bengkel itu, aku banyak merenung, mungkin ini adalah sebuah pelajaran dari Allah, sebuah teguran kecil yang mengingatkan ku agar selalu bijak dalam bertindak dan bertutur kata. Hmmm...Thanks Allah ku Sayang...Aku akan mengingat pelajaran ini, dan tak akan mengulanginya lagi.

Dua hari kemudian aku mendapatkan informasi dari bengkel bahwa hape ku mengalami kerusakan di mesinnya, dan untuk mengganti mesin hape itu, aku harus membayar senilai 80 % dari harga hape baru, sekitar 1,8 juta. Mereka lalu menyarankan untuk mengambil kembali ‘bangkai’ hape ku karena mesin untuk type 6680 agak sulit didapat. Lucunya, mereka tak meminta aku untuk membayar sepeserpun, padahal hape itu sudah tak tercover oleh garansi. Tak ada biaya perbaikan maupun administrasi.

Segera setelah hape itu kuterima, aku lalu memasang simcard dan memory card sambil berdoa dengan jantung berdebar, berharap bahwa mukjizat akan diberikan olehNya kepadaku. Ajaib....hapeku bisa berfungsi secara normal. Alhamdulillah. Hari ini adalah hari ke enam setelah ‘mati suri’ nya, semoga umurnya masih panjang dan setia menemaniku, anytime & anywhere. Memang benar apa yang di katakan Alanis, Life has a funny way...indeed... :)

Read More..

Friday, January 11, 2008

Sengsara Membawa Nikmat (Bukan Sinetron)

Kemarin siang aku dan rekan kerja sekantor berencana mengunjungi Pak Is yang baru saja tiba dari menunaikan ibadah Haji. Bagi yang belum kenal pak is, bisa dibaca di sini.

Sekitar jam 10.30 pagi aku berangkat menjemput Mbak Aniek, seorang rekan, di Gn.Guntur dengan mengendarai motor. Dan dari sinilah cerita ini bermula.

Sengsara #1 Motor Mogok

Lingkungan tempat Mbak Anek tinggal berbukit-bukit. Lebaran lalu adalah kali pertama aku mengunjunginya.
Ketika melalui sebuah tanjakan yang lumayan tinggi (sekitar 40 derajat) motorku mendadak mogok di tengah tanjakan, sempat panik juga, karena tempat itu sangat SEPI. Setelah 2 menit stuck diatas motor (untung rem depan masih ‘makan’), tak bisa maju karena mesin mati ataupun mundur karena takut tergelincir, datanglah sebuah pertolongan dari seorang bapak tua yang tinggal dekat dari situ, membawakan sebilah kayu untuk mengganjal ban belakang motor. Motorku akhirnya bisa dinyalakan setelah beberapa kali di starter. Fiuh..Makasih ya pak...

Sengsara #2 Nyasar

Yups...aku nyasar...hehehe...ternyata aku melalui tanjakan yang salah...

Sengsara #3 Nyumplek di Pickup

Setelah bertemu Mbak Aniek, aku lalu menceritakan tentang sengsara #1. Ia lalu memutuskan untuk ke rumah Pak Is tidak dengan mengendarai motorku. Alasannya adalah karena Rumah Pak Is berada di KM. 8 yang merupakan areal perbukitan yang tingginya malah lebih nyeremin dibanding rumah Mbak Aniek. Takut mogok lagi euy...

Kami lalu menghubungi Mbak Vero, rekan kami yang lain, yang sedang on the way menuju rumah Pak Is bareng suami dan anaknya dengan menggunakan mobil pick up. Aku dan Mbak Aniek lalu memutuskan untuk nebeng di pickup itu. Tadi rencananya kami mau nekat duduk di bak belakang, serius hehe...ternyata baknya ditutup terpal, entah apa isinya. So kami berlima (Aku, Mbak Aniek, Mbak Vero,suami dan anaknya) nyumplek-plek di mobil itu. Yang ada aku di pangku sama Mbak Aniek, trus Mbak Vero mangku anaknya. Fyi, Mbak Vero dan suaminya adalah pasangan extra big, hampir mirip dengan Dewi Hughes dan suaminya, ditambah lagi anaknya, Vigo (3 tahun) yang body nya dua kali lebih besar dibanding anak seusianya. like son like parents. Tanpa aku dan mbak Aniek, sebenarnya mereka bertiga sudah kesempitan di mobil itu, trus di tambah kami berdua.....hehe kebayang ga seh...

Here comes the best part

Nikmat #1 Minum Air zam-zam

Setiba di rumah Pak Is, kami disuguhkan air yang katanya dapat memberi berkah itu. Tak lupa aku menyisipkan beberapa doa sebelum meminumya dan berharap agar dikabulkan.

Nikmat #2 Dapat oleh-oleh Jam tangan cantik


Selain kurma, kismis, kacang dan coklat arab, kami semua dapat oleh-oleh spesial berupa jam tangan. And you know what? the one for me is the most beautiful. Hehe, cocok sama orangnya..Pak Is pinter banget yah milihnya. Makasih ya Pak Is...Luv ya!

Nikmat #3 Makan Kapurung

The Menu: Kapurung, Lawa, Pacco, Ikan Patin rebus, Ikan tembang bakar, dll...yummy

Sepulang dari rumah Pak Is, kami mampir di rumah salah seorang kerabat Mas Robert (Suami Mbak Vero), ada acara makan kapurung bareng, dan aku adalah tamu dadakan yang beruntung. Kapurung adalah makanan khas asal Luwu, Sulbar. Dulu satu-satunya penjual kapurung di Balikpapan ada di daerah sepinggan. Tapi sekarang dah ga ada lagi. Entah pindah atau gulung tikar. Bahan utama pembuat kapurung (sagu) juga agak sulit ditemukan di pasar. So karena sulitnya mendapatkan kapurung, maka makan kapurung di Balikpapan adalah sama seperti makan kue onde-onde di kutub utara....hehehe.....


Selamat Tahun Baru 1429 Hijriyah!
Semoga setelah segala kesengsaraan di tahun lalu (kalo ada), kita dapat menuai nikmatnya di tahun ini!... Amin

Read More..

Monday, November 19, 2007

Tentang Tante

Hallllooooo Duniaaaaa......Namaku M.Akbar Eka Anugerah, 30 Desember nanti, umurku 3 tahun. Aku tuh ponakannya tante yani, yang punya blog ini. Tante yani tuh adeknya ayah. Ayah cuma dua bersodara. Kasian ayah, adeknya cuma satu, gokil pula...sabar yah, tegarkan lah dirimu dalam menghadapi cobaan ini, aku akan selalu berada disisimu....halah...

Aku sekarang lagi maen ke rumah nenek. Tapi tante lagi gak ada di rumah. Tante akhir-akhir ini sibuk.Tadi kata nenek, tante lagi ngajar, biasanya pulang jam 11 ato 12 siang, trus makan, sholat, tiduran bentar, abis itu berangkat lagi, pulangnya jam 9 malem. Emangnya tante ngajar apa seh? Ngajar nyanyi yah? Aku kan sering tuh diajarin tante nyanyi lagu-lagunya Green Day. Kata tante mendingan nyanyi lagu itu, bisa sekalian belajar english, dari pada nyanyi lagu-lagu band indonesia yang kebanyakan isinya ga mendidik.

Eh, jangan bilang sama nenek yah, kalo aku sekarang lagi di kamarnya tante. Nenek tuh suka banget ngelarang aku. Banyak banget larangannya, kadang-kadang malah suka aneh.
‘Akbar, jangan maenin komputernya tante, ntar kesetrum!’
Lah, buktinya tante masih idup sampe sekarang, apa gokilnya tante gara-gara kesetrum komputer yah?
‘Akbar, buah di kulkas jangan diabisin semua, sisain buat tante!’
Tante kan dah gede, kalo buah di kulkas dah abis, tante bisa beli sendiri. Lagian masa ga tau seh kalo rakusnya aku tuh turunan dari tante.
‘Akbar, jangan maen aer di kamar mandi, ntar kamu basah, trus masuk angin!’
Kali ini nenek benar.

Kata tante, nenek emang suka gitu, suka ngelarang dan overprotective. Tante dulu waktu kecil juga suka sebel sama nenek. Dilarang maen sepeda lah, ga boleh maen lama-lama di pantai lah (dulu rumah nenek dekat pantai) ga boleh manjat pohon lah. Padahal tente tuh punya bakat terpendam loh, dia tuh jago manjat. Pernah tuh karena ingin menyalurkan bakatnya, dia sempet pengen nekat ikutan lomba panjat pinang di erte tetangga, katanya hadiahnya lumayan, bisa dapet handuk, tante yang aneh...

Beberapa hari yang lalu, tante tuh sempat sedih gara-gara nenek. Nenek nyuruh tante masukin lamaran di perusahaan asing dekat rumah nenek. Katanya mumpung ada lowongan, dari pada tante ngajar kesana-kemari naek motor, pulang malem segala, mendingan kerja di dekat rumah, aman dan terkendali. Tapi tante kekeuh ga mau kerja kantoran, nenek sempat marah tuh. Nenek ga salah, tapi dasar tante aja yang terlalu idealis, katanya hidupnya ga berwarna kalo tiap hari, dari senin sampe sabtu, ketemunya sama orang yang itu-itu aja, lagian tante masih pengen lanjut S2. Ya ampun tante...sadarlah...

Tapi walo gimanapun gokilnya tante, tante tetep asik tuh, ga suka ngelarang ini itu, aku malah suka ditemenin tante maen game di komputer, aku paling suka sama game bola warna-warni, paling asik kalo pas bolanya meledak, apa lagi kalo bolanya meledak semua...aku langsung teriak horeeeee. Aku juga suka ditemenin tante main ke pantai, main pasir sama main siput.

Eh tapi jangan coba-coba lompat diatas kursi balonnya tante, dia paling ga suka.


Dia pasti bilang

‘Akbar kalo mau duduk, ya duduk aja, jangan lompat-lompat gitu, ntar kursinya pecah’
sebel deh, tuh kursi bola kan memang didesain untuk anak-anak, ga akan semudah itu pecah. Beda kalo tante yang lompat di situ. Lagian dah gede masa dikamarnya ada kursi bola gitu, mendingan juga di kasih aku.

Kursi itu memang favoritnya tante. Kalo hari minggu, tante suka nonton dvd seharian di kamarnya, duduk di kursi itu sambil makan french fries trus minum soda...wuih...jadi lupa sama ponakannya yang keren ini.

Eh kenal Orlando Bloom ga? Katanya tante ngefans banget tuh sama dia. Emang si Orlando tuh preman pasar mana seh? Aku kok baru denger namanya yah? Biasalah tante, kalo ngefans sama orang tuh, ga jauh-jauh dari preman pasar, hansip setempat ato sama tukang ojek gang depan.

Ps. Oya tante, aku pengen apel neeehh…beliin yah…bukan...bukan apel washington, tapi Apple Macintosh, yang putih yah tante...!


Yani’s rock nephew


Akbar Bloom Mandy
Read More..

Thursday, November 01, 2007

The Same Old Gokilness

Weekend kemaren adalah salah satu weekend terbaik di tahun ini. Berawal dari sebuah sms yang kuterima dari Tibenk (my best fella) kalo pagi itu jam 10, temen-temen se- gank waktu SMU dulu pada mo kumpul di rumah salah seorang teman kami di wilayah Gunbak. Sempet kaget juga, karena acaranya mendadak, padahal pada hari yang sama jam 11 siang, temen sekantor ngadain acara akikahan anaknya di kompleks perusda. So sepulang dari acara akikahan, sekitar jam 12.30pm, aku langsung berangkat ke Gunbak. Siang itu cuacanya panas banget, sempat pake acara nyasar segala, syukurlah akhirnya sampai juga di tempat yang dituju.

Saat itu aku disambut oleh monster-monster cilik yang berkeliaran kesana-kemari. Ada 4 orang. Mereka pasti, tak lain dan tak bukan adalah keturunan dari teman-temanku itu. Dan detik berikutnya, para ibu-ibu itu akhirnya dapat kutemui di dapur.

The Menu
Udang bakar, Ayam bakar, Ikan bakar, Lalapan, Sambel, hmmmm.....yummy


Setelah kelulusan smu dulu, tepatnya 8 tahun lalu (8 years? Man...Where the hell was i?) hari itu adalah pertama kalinya aku bertemu lagi dengan mereka, kecuali Tibenk dan Susan, itupun cuma setiap lebaran. Ada rasa senang, kangen bercampur haru.


Atas, ki-ka: Dewi, Tibenk, Ica, Jumi, Susan. Bawah, ki-ka: Esa, Sugi (tuan rumah)

Ki-ka: Jumi, Haeriah, Sri, Esa


Tak banyak yang berubah, kalau boleh aku menyimpulkan. Hanya status dan kepemilikan monster-monster cilik itu. Selebihnya masih seperti yang dulu. We still have the same old gokilness. Kami masih saling memuji (baca: mencela) satu sama lain. Thats what friends are for, isnt it? hehe, karna teman yang baik adalah seorang yang bisa mencelamu sepuas-puasnya tanpa kita akan merasa sakit hati karenanya. Well sakit hati seh kagak, gondok iye..hehe.

Soal topik pembicaraan mungkin agak sedikit berubah, kalau dulu rumpian kami berkisar antara cowok dan bagaimana cara bolos sekolah yang baik dan benar. Kini, mereka yang sudah berkeluarga (Tibenk, Susan, Jumi, Sugi, Esa) membicarakan tentang popok, susu bayi dan hal-hal yang berhubungan dengan cara membuat anak, ups, merawat anak maksudku...hehe...sementara kami-kami yang masih single (Ica, Dewi, Haeriah, Sri dan aku) curhat tentang tips dan trik untuk mendapatkan pria idaman...hehe..

Mungkin ga ada salahnya kalo aku kenalin temen-temenku yang masih single. Here they are (foto bisa diliat diatas)

1. Nama: Ica
Pekerjaan: Karyawan swasta
Hobi: Menyanyi

2. Nama: Dewi
Pekerjaan: Karyawan Swasta
Hobi: Membantu orang tua

3. Nama: Haeriah
Pekerjaan: PNS
Hobi: Makan (kalo pas laper)

4. Nama: Sri
Pekerjaan: Guru MI
Hobi: Nonton pilem kartun (serius, sempat nangis bombay waktu tau aku punya dvd Inuyasha tapi gak bisa pinjem gara-gara lagi di bawa sama temenku yang lain)

Bila anda pria, masih single dan berkepribadian (punya rumah pribadi, mobil pribadi) dan tertarik dengan salah satu, salah dua atau salah empat dari teman-temanku itu, maka mungkin andalah yang kami cari.

Segeralah hubungi yani via blog ini, bebas biaya pendaftaran, berhadiah payung cantik (selama persediaan masih ada).

Hehe, kalo mereka baca postingan ini, bisa di cium (baca: bogem) abiss.

The next generation
Ki-ka: Chandra (Sugi’s), Yusvi (Jumi’s), Naila Dayang (Tibenk’s), Sabina (Susan’s)

Hari itu adalah pertemuan pertama mereka, ajaibnya mereka langsung akrab, mungkin karena chemistry warisan mamanya. Asal jangan ngikut gokilnya mama kalian ya nak! Cukup kami sajah...

Chandra: Eh, liat tuh mama kita, kalo ketemu ribut amat yak, jadi bete deh ngeliatnya...

Yusvi: Ia tuh, mirip sama kumpulan dinosaurus di negeri yang hilang...hiii..takut ah...

Naila: badabadalalababa (artinya: Emang ada dinosaurus yang mirip mama kita yah?)

Sabina: Naila gak pernah nonton pilem kuntilanak 12 yah? kan disitu ada dinosaurusnya.

Chandra: Mana ada dinosaurus di pilem kuntilanak 12, Jurasic Park kaleeee....

Yusvi dan Sabina: *kompak* huuuuuuuu....

Dan kekhawatiranku menjadi kenyataan...hiks...

Rachmatiah aka Tibenk adalah seorang sahabat sekaligus pengunjung blog sejatiku. Kami sudah saling kenal sejak SMP, tapi mulai dekat saat SMA. Ia lalu melanjutkan kuliah di Poltek Negeri Samarinda. Setelah melalui pengembaraan yang panjang, ceile, akhirnya dia menemukan soulmate-nya yang ternyata adalah tetangganya sendiri (mank ga ada yang jauhan dikit ya benk?) Ibu dari seorang putri cantik itu sekarang bekerja di sebuah perusahaan swasta.
Rumah kami sebenarnya berdekatan (2 menit naik motor), tapi karena kesibukan masing-masing, ketemunya cuma pas lebaran doang.

Gimana rasanya setelah melihat wajahmu terpampang di blog ku ini benk? Hehehe bangga pastinya...ato malah jadi pengen bunuh diri, karena malu? Tenang, aku sudah menyediakan Baygon rasa strobery kalo-kalo kamu butuh....hehehe...

Friend, Amigos, Ami, Tomodachi, Pengyou, Sohibatun, Sibawa, Agang, Sola, Babaturan, Sahabat, apapun itu namanya, kalian adalah bagian dari sejarah hidupku, we've been thru some beautiful and bittersweet time together. Semoga kita masih bisa bertemu di 8 tahun berikutnya, 16 tahun berikutnya, 32 tahun berikutnya, 64 tahun berikutnya, kapanpun itu, and ya’ll meet the same old cindy.

Read More..

Wednesday, October 24, 2007

Ayamku yang hilang itu, ternyata......

‘Ayamnya hidup lagi! Trus lompat....’

‘Lompat ke mana yan?’

‘Ke piringnya Pak Is....’

-----------------------------------------

Cerita ini bukan mengisahkan tentang aku yang beralih profesi jadi juragan ayam, bukan,

Ini tentang acara buka puasa bersama di salah satu tempatku ngajar, di Lembaga A.

Dah lama seh, tapi ceritanya terlalu seru (menurutku) untuk dilewatkan. Hari itu tanggal 6 Oktober 2007, ada acara buka puasa bersama di Lembaga A. Aku sore itu sebenarnya ngajar di Lembaga B sampe jam 06.00 pm, tapi demi makanan enak yang sudah menunggu di Lembaga A..hehe ga ding, demi acara kekeluargaan itu dan sense of kebersamaan yang jarang kita alami di hari-hari biasa, aku bela-belain korupsi waktu 15 menit. Untungnya murid ku ga protes karena ku pulangin lebih awal. Jadilah aku meluncur dengan my-second-soulmate aka my motorbike. 10 menit kemudian aku dah sampai di Lembaga A. Lumayan rame, bisa ketemu sama teacher-teacher yang tadinya gak pernah ketemu karena jadwalnya beda. Ramadhan emang selalu membawa kesan tersendiri, karena cuma di bulan ramadhan ada acara ginian, buka puasa bersama. Memang seh ada acara rapat rutin plus lunch, tapi kesannya tetep aja beda sama acara buka puasa bersama.

Waktu yang dinantikan pun tiba, diluar kantor sudah terdengar suara adzan, kami pun secara tertib mengambil menu yang tersedia. Ada sop kimlo, sambal goreng kentang, ayam goreng kecap, dll. Aku meletakkan piringku diatas meja setelah mengambil menu secukupnya, eh ga kok, agak banyakan, hehe jujur ya..banyak banget, sampe piringnya penuh..hehe..sayang piring-piring yang ada cuma satu ukuran, aku tadinya mo nyari piring yang agak gedean dikit, biar muatnya banyak, ato kalo gak ada, wajan pun jadi...hehehe...

Sebelum makan, tak lupa aku mengambil teh botol dan lalu kembali ke tempat dimana piringku tadi ku letakkan dan mulai melahap semua yang ada dipiring, kecuali sendok tentunya. Tapi belum berapa lama, aku merasa ada yang janggal di piringku, something is missing, aku pun memperhatikan satu persatu lauk yang ada di piringku dengan seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya (proklamasi kaleee)...ya ampun, AYAM GORENG KECAPKU GA ADA. Padahal aku tadi inget banget waktu ngambil sepotong ayam goreng kecap yang bagian dada, sampe sempat rebutan segala sama mbak mia, hehehe...

Kok bisa ilang ya? Otakku pun secara otomatis mengaktifkan Suspicious Alert ver 3.0. Yang terjadi kemudian adalah mataku mencari-cari wajah mencurigakan yang sekiranya berada diantara orang-orang yang sedang makan, wajah yang memancarkan ketakutan yang teramat sangat karena telah melakukan tindak kriminal tingkat tinggi, yaitu mencuri ayam goreng milik seorang perempuan imut bin ajaib yang sebenarnya adalah alien dari planet pluto yang sedang menyamar...hehehe...Mulai dari Mbak Aniek yang ada di samping kiriku, kemudian searah jarum jam, ada Nicholas Saputra, Dian Sastro, Cinta Laura, Luna Maya, Mulan Kwok, Ahmad Dhani, Maia Ahmad...halah...hingga yang terakhir, yang berada di sebelah kiriku, Pak Is. Sedikit info tentang pak is, nama lengkapnya R Iskandar GS. Umurnya sekitar 60an. Beliau adalah teacher paling senior di lembaga A yang sudah mengajar sejak lembaga A dibuka 14 tahun lalu. Meskipun sudah tak muda lagi, beliau tetap energik, selain itu, sikap ramah, terbuka dan homorisnya membuat kami, terutama aku tak segan-segan meminta pendapat atau sekedar curhat bila mendapat masalah seputar pekerjaan.

Kembali ke acara buka puasa bersama, pak is yang berada tepat di sebelah kiriku tampak senyum-senyum sendiri sambil tangan kirinya menutup sebagian piringnya. Sekilas aku melihat sepotong ayam goreng yang tampaknya kukenal. Sepotong ayam goreng kecap yang terlihat seksi, yang sisa separuh karena dah dimakan pak is. Gotcha! It must be him pikirku. Aku sempat beradu pandang dengannya. Sedetik...dua detik...tiga detik...dunia seakan berhenti...aku lalu memutuskan untuk melanjutkan makanku sambil ikutan senyum kaya pak is.

Pak is yang merasa ketangkap basah lalu bertanya kepadaku dengan mimik tak berdosa.

Pak Is: Kenapa yan? Kok senyum-senyum?

Aku: Ada yang lucu pak.

Pak Is: Apaan?

Aku: Tadi tuh aku ngambil ayam goreng kecap, trus pas aku tinggal sebentar, eee ayamnya ilang.

Pak Is: Kok bisa?

Aku: Ayamnya hidup lagi! Trus lompat....

Pak Is: Lompat ke mana yan?

Aku: Ke piringnya Pak Is....

Pak Is: hahahaha

(Orang-orang yang berada diruangan itu menengok sekilas kearah kami)

Pak Is: *setengah berbisik* Sory yan, tadi saya ga liat kalo di menunya ada ayam goreng, trus pas liat dipiringmu ada ayam, saya jadi pengen, tapi males balik ke meja sono cuma ngambil ayam doang, kebetulan kamu lagi ga ada, jadi... ayam mu jadi korban deh. Untung ga ada yang liat.

Aku: Kalo boleh ngasih tips nih pak, lain kali ayamnya ditelan bulat-bulat biar gak ketahuan kalo bapak yang ambil...

Pak Is: hahahaha

Dan sampai cerita ini ku posting, hanya Tuhan, aku dan Pak Is yang mengetahui tentang hal memilukan itu.

Read More..

Sunday, September 30, 2007

Three In A Trunk

Sempat lupa kalo punya satu foto lucu, unik bin ajaib, sampe kemaren buka gallery di hp en nemu foto itu sambil senyum-senyum sendiri.

Sekitar tiga minggu lalu, sepulang dari kantorku di bilangan Ringroad, jam 12 siang, di lampu merah simpang empat Balikpapan Baru, aku kebetulan berpapasan dengan sebuah mobil sedan putih tahun 80an yang sarat penumpang, sampe-sampe dengan sukses bin tega meletakkan 3 (tiga) penumpang ciliknya di bagasi. Sungguh tak berperikepenumpangan...(emang ada gitu ya?) Kasian banget ngeliatnya, apalagi waktu itu siang bolong, udara panas plus debu jalanan yang semakin menebal dikala musim kemarau seperti sekarang ini.
Tapi tampaknya mereka tak merasakan hal itu, melihat rona muka mereka yang i-dont-care-selama-aku-bareng-temen-sejati. U r rockin kids!


Seketika muncullah ide jahil ku untuk memotret mereka. Aku lalu melihat count down di traffic light yang saat itu menunjukkan angka 36 berwarna merah, tak kusia-siakan waktu yang tersisa, segera ku rogoh tas ku untuk mengambil my-soul-mate-for-this-now-on-with-oxford-dictionary-in-it, aka my phonesel. Sejurus kemudian aku berseru kepada mereka ‘aku foto boleh yah!’ dan seperti yang terlihat di gambar, dua diantara mereka kemudian tersenyum lebar, dan yang satu lagi, lantas secepat kilat mengambil selembar kain hitam yang berada di bagasi lalu menutup seluruh tubuhnya.




Berikut kira-kira percakapan yang terjadi di antara mereka:

Bocah berkopiah: Eh liat tuh ada cewek mirip Luna Maya naik motor mo motret kita.
Bocah di tengah: Eh ia beneran, tapi bentar dulu, kalo di liat lama-lama, tu cewek jadi mirip Katie Holmes
Bocah di ujung: Eh kalian tuh buta ato rabun? ga ada mirip-miripnya lagi sama Luna Maya, apalagi sama Katie Holmes…tapi tau ga mirip sama sapa? Mirip hantu yang ada di pilem terowongan kasablacu. Hiiiiiiy syerem...jadi takut ngeliatnya...

Tuh bocah diujung sadis amat yak....secara imut gini dibilang mirip hantu dari film terowongan kasablangko, nasib oh nasib, but deep in my heart, i would do the same thing if i were u kid...gyahahaha....

Read More..

Wednesday, August 29, 2007

Dikira murid baru (lagi)

Hari itu, tanggal 27 agustus 2007, adalah hari yang indah, matahari bersinar terang, bunga-bunga bermekaran, burung-burung berkicau, halah...
Adalah hari dimana performance dan kredibilitasku sebagai seorang guru telah dipertaruhkan (hehehe bahasanya...) Here the story goes..

Hari itu seharusnya aku slesai ngajar jam 6.30 pm, trus pulang ke rumah (ya ia lah, masa pulang ke kantor polisi...hehehe) tapi karena harus menggantikan Mr.D (my boss) yang harus menghadiri acara di hotel Bintang, so aku mesti stay sampe jam 8.30 pm untuk mengajar di kelasnya. No problem sih, lagian muridnya anak SMU, 10 orang, mulai belajar sekitar 1 minggu yang lalu, I like fresh class..
Seperti biasa, setiap masuk kelas, hal pertama yang aku lakukan adalah tersenyum, yup, menyebarkan senyuman maut yang kata hansip setempat bisa membunuh nyamuk aedes aegepty se kota, hehehehe...(ga nyambung ah..)
Senyum dan menyapa “Hi class!” lalu menarik teacher’s chair yang biasanya bersandar di diding bawah white board, membawanya agak ke tengah ruangan, lalu duduk manis. Saat itu aku baru saja akan berkata “Good evening” ketika aku mendengar salah satu murid berkata setengah berbisik kepada temannya “Hah? Kirain tadi murid baru”
*gubrak*
Huhuhuhu, is it me or i dont have the ‘teacher look’? masih untung insiden kursi tahun lalu tak terulang. Mo tau critanya? Ga jauh beda sama cerita di atas, cuma kali ini muridnya lebih extreme. Aku baru aja duduk di depan kelas, ketika SalahSeorangMuridYangNgiraAkuMuridBaru (SSMYNAMB) *ngambil gayanya radith* menegurku dengan nada keras.

SSMYNAMB: Hei, thats Mr.D’s chair, you’re not suppose to sit there.
Me: (dengan tampang tak berdosa, lalu pindah duduk ke samping si SSMYNAMB yang kebetulan lagi kosong, speechless)
SSMYNAMB: You are a new student here aren’t you?
Me: Im afraid not, 30 minutes ago Mr.D asked me to substitute him cos he has something to do, so..here i am...
SSMYNAMB: WHAT? OH GOSH...IM SORRY...I....
Me: Its ok, its comfortable sitting next to you anyway...
SSMYNAMB: No miss, i thought you were a new student, it’s because you are so cute...
------------
Ehemmm...Aku yang tadinya sebel setengah idup jadi mesem-mesem sendiri, tu si SSMYNAMB jago ngeles juga...hehehe...
Ga heran juga sih, waktu itu aku emang ga ada tampang guru sama sekali (perasaan sampe sekarang masih gitu deh...hehehe) i mean, sekilas aku emang ga ada bedanya dengan murid2 yang lain, sporty look, pake jeans, baju kaos pembagian kantor, sneakers, Shoulder Bag Export, plus tampang dan body ‘hemat umur,’ lengkaplah sudah *sigh*....
Read More..

Saturday, August 18, 2007

Mien Siene Suyemen

Bahasa apa tuh yan?
Hehe, tuh bahasa Kazakhstan, yang arti english-nya ‘I love you’, ato dalam bahasa indonesia, artinya ‘Dilarang buang sampah sembarangan’, hihihi...
Aku bukan lagi fall in love sama orang kazakhstan, jangan kuatir..(idih, sapa juga yang kuatir..) kata-kata itu diajarin sama Maya (27), murid privat ku yang orang kazakh, selain itu, kata-kata yang diajarin sama dia tuh, ada Ya tibya lublu (bahasa rusia) Mien syane saverm (bahasa uzbekistan) artinya sama, I love you. Eh ada lagi, Mineng atem yani, arti english-nya my name is yani, ato bahasa indonesianya 'saya adalah alien dari saturnus yang menyamar menjadi manusia yang imut bin ajaib'..hihihi...

Ya gitu deh, aku tuh kalo ketemu sama orang asing, suka minta diajarin tentang bahasa mereka, pernah juga kenal dekat sama orang muslim Bosnia yang berkebangsaan Australia, namanya Mustafa (30an), dia sempat kerja jadi native speaker di kantorku. Nah, kalo I love you-nya bosnia tuh volim te.

Oia, ada lagi, Mere namke yani (my name is yani) tuh bahasa Urdu. Dapet dari Sana (6) dan Tariq (8) anak Pakistan. mereka tuh muridku yang paling spesial. Kenapa spesial? Karena pake keju dan telor...hehe ga lah, karena aku ga ngajar english untuk mereka, ga seperti murid-muridku yang lain, asal tau aja, kecil-kecil gitu, english-nya fasih banget euy. Jadi ngajar apa dong? Ngajar ngaji. Serius, ngajar ngaji, tapi bahasa pengantarnya pake bahasa inggris, soale mereka ga bisa ngomong indonesia. Tadinya seh sempet ragu mo ngajarin mereka baca alquran, apa bacaannya sama? Kalo ga salah kan bacaan alquran ada tujuh, trus yang kita pake di Indonesia kan namanya bacaan hafez, kuatirnya seh kalo bacaan di pakistan tuh bukan bacaan hafez. Ntar ortunya malah bingung, tu anaknya ngaji bahasa apaan? Dan lagian, hehe cara baca alquran ku kan datar-datar aja, ga pake irama merdu yang kaya di MTQ gitu...hehe...tapi lumayan lah, at least sesuai dengan EYD, ups maksudku tajwid yang baik dan benar.

Back to the topic, ada satu kalimat bahasa urdu yang masih aku inget, tum hari bari, artinya its your turn ato sekarang giliranmu. Trus aku juga sempat belajar berhitung 1-6 (kalo ga salah inget) ih, do, tin, car, pan, ce. Sayangnya aku ga sempat nanyain apa I love you-nya bahasa urdu, padahal aku ngajar mereka lumayan lama lo, hampir setahunan, dah sempat akrab kaya ade sendiri, jadi inget waktu nyeritain mereka cerita-cerita tentang nabi, ato dongeng tentang si kancil dan buaya kalo mereka dah selese ngaji. Mereka balik ke pakistan pas aku lagi di makassar, Juni lalu.. jadi ga sempat meluk mereka ato say gud bye. Sana, Tariq, Mien Siene Suyemen..hiks..hiks *hapus air mata*.

Read More..

Friday, August 10, 2007

Si (Mantan) Badung itu...

Yuni: Gag nyangka ya kamu bisa jadi guru

Me : Ga nyangka kenapa?

Yuni : Gag nyangka ajah, kamu dulu badung gitu...

Itulah sepenggal chat ku di YM! 2 hari lalu bersama sahabatku, Yunita (ntar aku ceritakan tentang sahabatku yang satu ini di lain posting). Trakhir ketemu waktu dia nikah 3 tahun lalu. Sempat lose contact hingga akhirnya bertemu di dunia maya, padahal kami masih berada di satu kota yang sama, Balikpapan.

Kata-kata ‘badung’ nya sempat membuat ku terhenyak, terkenang dan akhirnya termenung sejenak. Ia ya? emang aku dulu badung ya? Hayalanku kemudian terbang ke beberapa tahun silam, ke masa-masa itu, masa-masa SMU yang penuh kenangan, Walaupun saat itu tak ada semut merah yang berbaris di dinding menatapku curiga seakan penuh tanya ‘edang apa di sini? halah...

Entah parameter apa yang bisa digunakan untuk bisa mengukur apakah seseorang bisa di sebut badung ato ga, dan seberapa tinggi tingkat kebadungannya, tapi kalo murid yang sering di hukum setrap depan kelas ato depan lapangan upacara dibilang murid yang badung, well thats me...

Masalahnya sepele banget, aku males ikut upacara dan SKJ, so kalo pas malesnya kumat, aku senang ngajakin (baca: menghasut) temen-temen badung ku untuk tinggal dikelas aja, ga usah kelapangan, paling ngga kalo pas kepergok, terus di giring ke lapangan untuk di setrap kan malunya bisa di bagi rata..hehehe...dasar lu yan!

Trus pernah juga aku di setrap berdiri di depan kelas, ga tanggung-tanggung, 3 jam, varises deh tuh betis...hehehe...masalahnya gara-gara aku memprovokasi temanku untuk menggagalkan ujian harian, berhasil emang, ujiannya ga jadi, tapi guruku cukup cerdik untuk mengetahui situasi yang sebenarnya, usut punya usut, jadi ketahuan deh aku provokatornya. Nasib...

Bicara soal guru, aku juga inget salah satu pengalaman lucuku waktu masih jadi freshman di SMU dulu. Critanya tuh gini, aku lagi di perpus, pas lagi asik baca-baca buku, kebetulan di meja seberang ada seorang pria dengan kacamata hitam menegurku, didepannya tertumpuk buku-buku baru yang masih terikat dengan tali rafia. Ni orang pasti salesman buku, fikirku.

Salesman: De’ kamu murid baru kan?

Me: Ia, kenapa?

Salesman: Kok kecil banget ya? Kaya masih SMP?

Me: Emangnya kenapa? Lagian kan emang baru 1 bulan lalu aku lulus SMP (Suaraku agak ketus, lagian ni orang sapa sih? dah ga kenal, nanya ga penting gitu lagi)

Salesman: Wih gitu aja dah emosi (sambil senyum-senyum)

Me: Emosi nggak, sebel iya (segera kutinggalkan salesman itu, aku dulu jutek banget ya...hehe, sekarang gak kok, beneran asli, sumpah...hehe)

Beberapa menit kemudian, sewaktu jam pelajaran akuntansi, (semenjak hari pertama belajar akuntansi, gurunya belum pernah dateng, namanya Pak Asmarianto, katanya sih beliau sakit), eh tiba-tiba tuh salesman (masih dengan kacamata hitamnya) masuk ke ruang kelasku.

Mau apa dia disini? Ooo pasti mo promosi buku ya? Fikirku. Tapi tau ga sodara-sodara, ternyata dia tuh...

Salesman: Selamat siang anak-anak, saya Asmarianto, selama 1 semester kedepan, saya yang akan mengajar kalian pelajaran Dasar-dasar Akuntansi.

Me: *shock, takut, malu, smua campur jadi satu* (mampus lu yan!)

Salesman, ups, Pak Asmarianto: Hai, kamu di kelas sini ya? (melihat kearahku, kebetulan aku duduk di barisan ke-dua dari depan, tepat didepan podium guru)

Me: (aku ga tau gimana tampangku saat itu, kalo bisa mungkin kututup mukaku pake sarung, kaya maling ayam yang kepergok..hehe..Aku cuma bisa menunduk lesu ga berani ngeliat ke depan, just wondering, kira-kira bapak ini bakalan ngomong apa ya? Pasti marah besar deh)

Pak Asmarianto: Tau ga anak-anak, tadi dia nih (sambil nunjuk aku) sombong banget waktu di perpustakaan, ditanyain dikit aja dah langsung pergi, takut diculik ya nak? Maaf ya kalo bapak ada tampang penculik, bapak lagi sakit mata nih...

(anak sekelas pada rame ngakak)

Me: Permisi pak, saya mo minta ijin keluar sebentar, mo bunuh diri (hehehe, ngomongnya dalam hati aja kok)

Suka senyum sendiri kalo inget kejadian itu...Maafkan muridmu yang badung ini Pak...

Read More..